LATAR
BELAKANG BERDIRINYA PONDOK PESANTREN THORIQUL ‘ULUM DESA TIRTA BUANA KECAMATAN
DAPURANG KABUPATEN MAMUJU UTARA PROVINSI SULAWSI BARAT
Perkembangan ilmu dan teknologi ahir – ahir ini maju pesat,
termasuki di negara kita yang kita cintai ini. Dan kemungkinan perkembangan itu
akan terus berlanjut, seiring dengan irama dan perkembangan manusia , apalagi
pada era globalisasi dunia semacam yang kita alami sekarang ini situasi dan
kondisi semacam ini sering membawa pola pikir manusia terutama bagi mereka yang
dangkal pemahaman tentang agama. Akibatnya nilai-nilai kehidupan terutama nilai
moral agama makin nhari makin ditinggalkan oleh masyarakat bahkantidak sedikit
yang menggadaikan agamanya.
Kebanyakan mereka mencurahkan segala daya dan upaya untuk mencapai
kemajuan ilmu dan teknologi sebagai wahana untuk mencukupi kebutuhan materi
kehidupannya. Semantara mereka lupa pada pembinaan kepribadian manusia,
sehingga mereka kehilangan pegangan batin walaupun kekayaan materi melimpah
ruah. Akibat yang lebih tragis lagi adalah adalah dikalangan generasi muda
timbul kegoncangan dan kegelisahan rohani muncul “THE NEW MORALITY”
yang tanpa mnegenal batas etika apalagi batas syari’at.
Fenomena semacam itu ditandai dengan munculnya kenakalan remaja,
hilangnya sopan santun, meningkatnya kriminalitas kebiasaan suka meniru budaya
asing yang tidak sesuai dengan ajran agama islam mereka berdalih modern.
Moderen mereka artikan sama dengan WESTWRENISASI yakni segala
sesuatu yang berbau barat di anggap modern, sering kali yang justru masih sesuai dengan dengan
syariat islam dan adat ketimuran dikatakan ketinggalan zaman, kolot, dan
fanatik kiranya kita semua sepakat, hal-hal yang terjadi tersebut di atas harus
kita luruskan, tentunya kita tidak rela melihat generasi muda bangsa dan agama
kita ini hancur, karena terlepas dari akar budayanya yaitu kepribadian dann
agamanya. Oleh karena itu perlu dicari jalan pemecahannya “ salah satu jalan
adalah melalui jalan pendidikan, terutama Pendidikan Agama terhadap
anak-anak yang masih bersih dan mudah di bentuk dan ummat dengan pendidikan
yang menanamkan keimanan dann ketakwaan berintika Al-Qur’an adalah obat yang
paling mujarab untuk menyembuhkan penyakit moral ini seperti disebut dalam “QS.
Al-Isro’ : 82”.
Disisi lain adanya kecendrungan orang tua menyekolahkan anaknya
dengan tujuan supaya anaknya nanti bisa menjadi orang pandai dan intelek. Namun
mereka lupa dengan pendidikan agama sehingga dengan tidak sadar mereka
mempersiapkan anaknya untuk menjauhkan agamanya, sebab mereka menganggap ajaran
agama tidak penting. Ini terbukti dengan fakta dimasyarakat. Setelah anak lulus
Sekolah Dasar biasanya sudah tidak memperhatikan pendidikan agama (Mengaji).
Katanya mengaji itu kampungan, mengaji itu hanya untuk anak-anak, memang
perkataan itu tidak muncul akan tetapi
dari sikap dan prilaku yang selama ini ada di Masyarakat yang enggan / malu
mengaji setelah duduk di bangku SMP dan seterunya, seolah olah mereka berkata
seperti itu. Yang sangat memperihatinkan ternyata banyak dari anak-anak yang
duduk di bangku SLTA yang banyak tidak bisa membaca Al-Qur’an, secara logika
membaca Al-Qur’an saja tidak bisa, bagaimana dengan ilmu agama yang lainnya.
Mengangantisispasi hal-hal tersebut di atas maka timbullah di benak
kami memeikirnkan bagaimana cara membekali anak-anak / calon penerus bangsa dan
agama ini dengan keimanan dan ketakwaan sejak dini, menurut kami perluala di
daerah ini dibentuk suatu Yayasan Pendidikan dan Da’wah Islamiyah yang
lebih dikenal dengan sebutan Pondok Pesantren. Supaya generasi bangsa
ini lebih mencintai Al-Qur’an yang merupakan tuntunan dan pegangan dalam segala
hal dan sadar betapa pentingnya Ilmu Agama. Diharapkan nantinya warga Pondok
Pesantren khususnya dan Umat Islam pada umumnya memiliki keimanan yang kuat dan
pemahaman islam yang benar (Islam Rahamatan Lil’alamin) serta mampu
mengamalkannya dan ikut serta mewujudkan cita-cita luhur bangsa untuk menjadi
negara yang Baldatun Thoiyibatun Warobbun Ghofur.
Terimakasih atas kesempatannya untuk membuka blogg kami
BalasHapusAlhamdulillah semoga Jaya Selalu Tariqul Ulum Tirta Buana Mamuju Utara
BalasHapusAlhamdulillah, Terimakasih Pak.
BalasHapusTetap Semangat naah
BalasHapus