Senin, 18 September 2017

LATAR BELAKANG BERDIRINYA PONDOK PESANTREN THORIQUL ‘ULUM DESA TIRTA BUANA KECAMATAN DAPURANG KABUPATEN MAMUJU UTARA PROVINSI SULAWSI BARAT



    LATAR BELAKANG BERDIRINYA PONDOK PESANTREN THORIQUL ‘ULUM DESA TIRTA BUANA KECAMATAN DAPURANG KABUPATEN MAMUJU UTARA PROVINSI SULAWSI BARAT
Perkembangan ilmu dan teknologi ahir – ahir ini maju pesat, termasuki di negara kita yang kita cintai ini. Dan kemungkinan perkembangan itu akan terus berlanjut, seiring dengan irama dan perkembangan manusia , apalagi pada era globalisasi dunia semacam yang kita alami sekarang ini situasi dan kondisi semacam ini sering membawa pola pikir manusia terutama bagi mereka yang dangkal pemahaman tentang agama. Akibatnya nilai-nilai kehidupan terutama nilai moral agama makin nhari makin ditinggalkan oleh masyarakat bahkantidak sedikit yang menggadaikan agamanya.
Kebanyakan mereka mencurahkan segala daya dan upaya untuk mencapai kemajuan ilmu dan teknologi sebagai wahana untuk mencukupi kebutuhan materi kehidupannya. Semantara mereka lupa pada pembinaan kepribadian manusia, sehingga mereka kehilangan pegangan batin walaupun kekayaan materi melimpah ruah. Akibat yang lebih tragis lagi adalah adalah dikalangan generasi muda timbul kegoncangan dan kegelisahan rohani muncul “THE NEW MORALITY” yang tanpa mnegenal batas etika apalagi batas syari’at.
Fenomena semacam itu ditandai dengan munculnya kenakalan remaja, hilangnya sopan santun, meningkatnya kriminalitas kebiasaan suka meniru budaya asing yang tidak sesuai dengan ajran agama islam mereka berdalih modern. Moderen mereka artikan sama dengan WESTWRENISASI yakni segala sesuatu yang berbau barat di anggap modern, sering  kali yang justru masih sesuai dengan dengan syariat islam dan adat ketimuran dikatakan ketinggalan zaman, kolot, dan fanatik kiranya kita semua sepakat, hal-hal yang terjadi tersebut di atas harus kita luruskan, tentunya kita tidak rela melihat generasi muda bangsa dan agama kita ini hancur, karena terlepas dari akar budayanya yaitu kepribadian dann agamanya. Oleh karena itu perlu dicari jalan pemecahannya “ salah satu jalan adalah melalui jalan pendidikan, terutama Pendidikan Agama terhadap anak-anak yang masih bersih dan mudah di bentuk dan ummat dengan pendidikan yang menanamkan keimanan dann ketakwaan berintika Al-Qur’an adalah obat yang paling mujarab untuk menyembuhkan penyakit moral ini seperti disebut dalam “QS. Al-Isro’ : 82”.
Disisi lain adanya kecendrungan orang tua menyekolahkan anaknya dengan tujuan supaya anaknya nanti bisa menjadi orang pandai dan intelek. Namun mereka lupa dengan pendidikan agama sehingga dengan tidak sadar mereka mempersiapkan anaknya untuk menjauhkan agamanya, sebab mereka menganggap ajaran agama tidak penting. Ini terbukti dengan fakta dimasyarakat. Setelah anak lulus Sekolah Dasar biasanya sudah tidak memperhatikan pendidikan agama (Mengaji). Katanya mengaji itu kampungan, mengaji itu hanya untuk anak-anak, memang perkataan itu tidak muncul akan  tetapi dari sikap dan prilaku yang selama ini ada di Masyarakat yang enggan / malu mengaji setelah duduk di bangku SMP dan seterunya, seolah olah mereka berkata seperti itu. Yang sangat memperihatinkan ternyata banyak dari anak-anak yang duduk di bangku SLTA yang banyak tidak bisa membaca Al-Qur’an, secara logika membaca Al-Qur’an saja tidak bisa, bagaimana dengan ilmu agama yang lainnya.
Mengangantisispasi hal-hal tersebut di atas maka timbullah di benak kami memeikirnkan bagaimana cara membekali anak-anak / calon penerus bangsa dan agama ini dengan keimanan dan ketakwaan sejak dini, menurut kami perluala di daerah ini dibentuk suatu Yayasan Pendidikan dan Da’wah Islamiyah yang lebih dikenal dengan sebutan Pondok Pesantren. Supaya generasi bangsa ini lebih mencintai Al-Qur’an yang merupakan tuntunan dan pegangan dalam segala hal dan sadar betapa pentingnya Ilmu Agama. Diharapkan nantinya warga Pondok Pesantren khususnya dan Umat Islam pada umumnya memiliki keimanan yang kuat dan pemahaman islam yang benar (Islam Rahamatan Lil’alamin) serta mampu mengamalkannya dan ikut serta mewujudkan cita-cita luhur bangsa untuk menjadi negara yang Baldatun Thoiyibatun Warobbun Ghofur.

4 komentar:

DOKUMENTASI KEGIATAN  PONDOK PESANTREN THORIQUL 'ULUM  TIRTA BUANA-PASANGKAYU-SULAWESI BARAT ISTIGHOTSAH BULANAN PP THORIQUL ...